May 5, 2009

IMAN KEPADA RASUL

Posted in Islam at 11:30 pm by nazrulmunir

IMAN KEPADA RASUL

Rasul = seseorang Laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah dan diperintahkan untuk disampaikan kepada umat manusia(tidak ada utusan/rasul wanita), minimal pada zamannya.

Nabi= seseorang Laki-laki yang diberi wahyu oleh Allah, akan tetapi tidak diperintahkan untuk disampaikan kepada umat manusia,hanya untuk diri sendiri dan keluarganya saja, minimal pada zamannya.

Seorang Rasul pasti Nabi,akan tetapi seorang Nabi belum tentu Rasul.

Siapa yang kafir kepada salah seorang Rasul saja, maka dia telah kafir kepada Allah SWT dan kafir kepada seluruh Rasul. Dalil:Al-Baqarah:285,An-Nisa:150-152.

Iman kepada para Rasul minimal harus mencakup(mengandung) 5 point:

1. Mempercayai/membenarkan secara pasti bahwa Allah telah mengutus seorang Rasul untuk semua Umat(semua umat telah diutus Rasul oleh Allah SWT). Rasul mengajak agar manusia ibadah kepada Allah dan agar manusia kufur kepada sesembahan selain Allah.

Rasul pertama:Nuh, Rasul terakhir:Muhammad–>seruannya sama yaitu Tauhid, walaupun ada perbedaan syari’at Rasul  di setiap zamannya, ada juga persamaan syari’at.

2. Meyakini bahwa para Rasul itu pemberi petunjuk kepada manusia, petunjuk berupa dakwah serta bimbingan ke arah/ke jalan yg sesuai dgn petunjuk Allah. Dalil: Ar-Ra’du:7.

Rasul hanya memiliki hidayah berupa ilmu/seruan/ajakan/bimbingan kepada jalan yang lurus. Sedangkan hidayah taufiq adalah semata-mata wewenang Allah SWT. Makanya pantas bahwa ada diantara para Nabi dan Rasul yang keluarga dekatnya kufur,misal: Istri dan anak Nabi Nuh kafir, Ayah Nabi Ibrahim pembuat patung, paman Nabi Muhammad juga kafir, dll. Dalil:Al-Qashash:56.

Kita juga hanya bisa memberikan hidayah ilmu/seruan, kita harus berupaya maksimal mendidik keluarga kita, dan orang2 yang terdekat dengan kita.

3. Semua Nabi dan Rasul adalah orang2 jujur dan wajib dipercaya. Mereka orang2 bertaqwa, beriman,pemberi petunjuk, dan mengamalkan petunjuk itu. Mereka pendukung2 dari keterangan2 yang nyata, mereka telah menyampaikan semua risalah yang Allah bebankan kepada mereka. Mereka tidak meyembunyikan walau satu huruf dari wahyu yang diberikan oleh Allah, tidak ditambah, tidak dikurangi, tidak juga diubah-ubah.Dalil:Surat Al Haaqqah.

4. Bahwa Allah telah menjadikan Nabi Ibrahim dan Muhammad sebagai kekasih Allah(orang yang dicintai Allah), Allah telah berbicara dengan Nabi Musa secara langsung(tanpa perantara), Allah telah mengagkat Idris ke tempat yang tinggi, sesungguhnya Isa adalah hamba Allah serta utusannya yang Allah lemparkan Ruh dari Allah kepada Maryam. Dan Allah telah mengutamakan sebagian Rasul di atas sebagian yang lain. Dan Allah telah mengangkat derajat sebagian mereka di atas sebagian yang lain. Dan Nabi Muhammad adalah penutup Nabi dan Rasul (tidak ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad dalam bentuk apapun, baik dalam bentuk manusia maupun dalam bentuk lembaga).

5. Beriman kepada para Rasul wajib secara global/mujmal dalam hal2 yang penjelasannya global, dan secara detail dalam hal2 yang penjelasannya secara detail/terperinci dari wahyu(Al-Qur’an dan Hadits).Misal:kisah Nabi Yusuf secara rinci dalam Surat Yusuf di dalam Al-Qur’an, yang tidak ada keterangan dari wahyu tidak disebutkan(namanya tidak disebutkan dalam Al-Qur’an dan Hadits) tidak boleh diduga-duga sebagai Nabi(misal:Kita tidak boleh mengatakan bahwa mungkin saja Sidharta Gautama(pendeta Budha) itu seorang Nabi), kita harus meyakini secara global bahwa jumlah para Nabi yang diutus adalah 124000 orang(Hadits, Nabi mengetahui ketika Nabi Isra’ Mi’raj).

Rasul yang pertama adalah Nuh ‘alaihissalam. Karena kaum/umat Nabi Adam tidak ada keterangan yang menyimpang/yang melakukan kesyirikan, jarak antara Nabi Adam dengan Nabi Nuh adalah 10 generasi (Hadits, Dari Ibnu Abbas, Adullah bin Mas’ud, Ubay bin Ka’ab,dll).

Diantara para Rasul itu ada 5 Rasul yang Ulul Azmi(memiliki sabar, ketangguhan, dan kesempurnaan akal yang lebih diantara Rasul yang lain, sehingga penderitaan yang Allah timpakan kepada mereka lebih dahsyat dibandingkan dengan Rasul lainnya). Dalil: Al-Ahzab:7. Rasul yang Ulul Azmi yaitu Nabi Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, dan Muhammad. Pendapat Ulama: mereka disebut bersamaan dalam Al-Qur’an karena mendapat cobaan bahwa mereka bersama-sama perang melawan orang-orang Kafir(misal: Nabi Ibrahim melawan Raja Namrud, Nabi Musa melawan Fir’aun, Nabi Isa dikejar-kejar oleh kaum kafir dari Bani Israil, Nabi Muhammad melawan Kafir Quraisy dan kaum kafir lainnya).

March 19, 2009

Pita Kusut Tentang HATI

Posted in Islam at 2:12 am by nazrulmunir

Pita Kusut Tentang Hati

Hadits Shahih diriwayatkan oleh Ibnu Majah(no.4244) dan Ahmad(II/297):

Rasulullah SAW bersabda:”Jika seorang hamba melakukan suatu dosa, maka di hatinya muncul satu titik hitam. Jika ia menyesal, beristighfar dan bertaubat, maka hatinya menjadi cemerlang. Jika ia mengulangi lagi, maka titik hitam dalam hatinya bertambah sehingga menutupi hatinya. Itulah Ar-Raan yang disebutkan oleh Allah Ta’ala,”Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka.’(QS.Al-Muthaffifiin:14).”

HR. Muslim(no.144 dan Ahmad(V/386,405):

Rasulullah SAW bersabda:”Berbagai fitnah ditawarkan (diperlihatkan) kepada hati seperti jalinan tikar, sedikit demi sedikit. Hati siapa saja yang menerimanya, maka di dalamnya muncul satu titik hitam, dan hati siapa saja yang menolaknya, maka muncul di dalamnya titik putih, sehingga muncullah dua macam hati, (hati yang) putih seperti sesuatu yang jernih sehingga tidak ada suatu fitnah pun yang membahayakannya selagi langit dan bumi masih ada. Sedang (hati) yang lainnya hitam pekat seperti cangkir tertutup yang tidak mengetahui perkara yang ma’ruf, dan tidak mengingkari yang munkar kecuali (orang) yang dikekang dari hawa nafsunya.”

Demikian juga di antara pengaruh dosa dan kemaksiatan, bahwa ia menghalangi cahaya ilmu. Imam Asy-Syafi’I Rahimahulllah berkata:

Aku mengadu kepada Waki’(guru beliau) mengenai buruknya hafalanku

Maka ia menunjukkan kepadaku agar meninggalkan kemaksiatan

Ia mengabarkan kepadaku bahwa ilmu adalah cahaya

Dan cahaya Allah tidak diberikan kepada orang yang durhaka (pelaku maksiat).

HR. Ibnu Majah(no.4245):

Rasulullah SAW bersabda:”Aku benar-benar mengetahui beberapa golongan dari umatku yang datang pada hari Kiamat dengan membawa kebajikan-kebajikan sebesar gunung Tihamah yang bewarna putih, lalu Allah menjadikannya seperti debu yang beterbangan.”

Tsauban berkata:”Wahai Rasulullah, sebutkanlah sifat mereka pada kami, terangkanlah prihal mereka kepada kami agar kami tidak termasuk golongan mereka sedangkan kami tidak mengetahui.”

Beliau bersabda:”Mereka adalah saudara-saudara kalian dan dari kaum kalian. Mereka menghabiskan malam mereka sebagaimana kalian menghabiskan malam kalian (dengan qiyamul lail). Tetapi mereka adalah orang-orang yang jika menyendiri dengan hal-hal yang diharamkan Allah, maka mereka melakukannya.”

March 1, 2009

Pembatal-pembatal keislaman, Waspadai…

Posted in Islam at 4:25 pm by nazrulmunir

PEMBATAL KEISLAMAN

(makna laailaahaillallaah:penetapan ketauhidan dan pengingkaran kesyirikan)

1. SYIRIK

Syirik Akbar:mengeluarkan dari Islam, dosa terbesar!

  1. Syirik dalam menyembah kpd selain Allah.
  2. Syirik dalam niat/kehendak:diperlukan menata kehendak/niat,yaitu hanya untuk Allah SWT(beribadah).
  3. Mentaati makhluk:mengharamkan apa yg dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yg diharamkan oleh Allah, hanya mengikuti apa yg dikatakan oleh pendeta/rahib2 mereka, mereka menyembah pendeta/rahib2 mereka.
  4. Syirik kecintaan:Mencintai sesuatu selain Allah lebih dari(atau sama dengan) mencintai Allah.ex: menyembelih dan bernazar kepada selain Allah.

Syirik Asghar:dosa besar

  1. Riya, perbaiki niat!

Syirik Al-Khafi(Samar):syirik ini ada yang berupa perbuatan, ada yang berupa ucapan

  1. Misal: ”Kalau bukan karena Allah dan kamu, saya tidak akan selamat!”(harusnya: karena Allah saja)
  2. Bersumpah kepada selain Allah(ex: demi bintang, demi langit, demi sapi,..dll)

2. MEMBUAT PERANTARA ANTARA SESEORANG DENGAN ALLAH SWT

  1. Menjadikan kuburan, wali, orang sholeh,dsb sebagai perantara untuk berdoa kepada Allah.
  2. Menjadikan barang-barang keramat, dll.

3. TIDAK MAU MENGKAFIRKAN ORANG2 MUSYRIK, KUFFAR, DAN FASIQ(TIDAK MENGINGKARI KEMUSYRIKAN)

Yaitu tidak mengkafirkan mereka karena ragu terhadap kekafiran mereka atau membenarkan mazhab ideologi mereka. Jgn mengambil orang2 musyrik sebagai pemimpinàjika mengambil mereka sebagai pemimpin, maka dia akan menjadi bahagian dari mereka.

4. MEYAKINI ADA PETUNJUK(HUKUM) YG LEBIH SEMPURNA DARI PETUNJUK NABI MUHAMMAD SAW, WALAUPUN MENGIKUTI PETUNJUK(AGAMA) NABI YG LAIN DAN MENOLAK ISLAM(HADITS)!

Hukum orang yg berhukum kepada selain hukum Allah ada 3 jenis:

1. Menjadi Kafir:hukum Allah tidak baik/tidak pantas, dan hukum yg lain lah yg lebih baik

2. Menjadi Fasiq:masih mengakui hukum Allah baik dan pantas, akan tetapi masih berhukum dgn hokum selain Allah karena merasa tidak enak kalo jabatannya turun/alasan basa-basi

3. Menjadi Zholim:masih mengakui hukum Allah baik dan pantas, akan tetapi dia terpaksa atau suka rela demi untuk memantapkan kekuasaannya.

5. MEMBENCI AJARAN YG DIBAWA OLEH RASULULLAH SAW(WALAUPUN SEBAGIAN SAJA)

6. MEMPEROLOK-OLOK AJARAN RASULULLAH SAW(WALAUPUN HANYA BERCANDA)

Menghina Allah, Al-qur’an, Rasulullah, menghina dengan karikatur, syi’ar2 islam dan sunnah2 Rasulullah(misal:mengolok2 syiar janggut, syiar jilbab, tidak ishbal, mengatakan orang yg mengikuti sunnah dengan julukan islam ekstrim, islam keras, atau sekedar mencibir,dll),dsb.

7. SIHIR/SANTET/GUNA-GUNA/PELET

Yg mempelajari sihir dan mempraktekkannya maka menjadi kuffur/kafir.

Hukum mendatangi tukang sihir/dukun lalu membenarkan apa yg diucapkannya maka dia telah kafir terhadap apa yg diturunkan kepada Muhammad SAW. Jika hanya menanyakan sesuatu kepada dukun tsb, maka shalatnya 40 hari tidak sah. Kecuali mendatangi dukun untuk menasehatinya.

Hukum menyembuhkan sihir dengan sihirà haram.

Menghilangkan sihir/menyembuhkan org yg terkena dengan Ruqyah(sunnah Rasulullah), dengan obat2an yg secara ilmiah terbukti menyembuhkan àboleh.

8. TOLONG-MENOLONG DENGAN KAUM MUSYRIKIN DALAM RANGKA MEMUSUHI DAN MEMERANGI ORANG ISLAM

Jika bekerjasama dalam perdagangan, maka tidak apa-apa.

Jika bekerjasama untuk membantu syi’ar mereka, misal: menjual barang2 untuk tujuan perayaan2 keagamaan mereka, maka ini tidak dibolehkan!karena tolong menolong dalam perbuatan dosa dan pelanggaran.

9. MEYAKINI BAHWA ADA SEORANG MANUSIA YANG BEBAS DARI SYARI’AT MUHAMMAD SAW

10. BERPALING DARI AGAMA ISLAM(TIDAK MAU MEMPELAJARINYA DAN TIDAK MAU MENGAMALKANNYA)

Indahnya Islam

Posted in Uncategorized at 4:05 pm by nazrulmunir

Kategori Mabhats

Jumat, 3 Februari 2006 15:16:39 WIB

INDAHNYA ISLAM

Oleh
Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman

Tema keindahan Islam sangat luas, panjang lebar sulit untuk diringkas dengan bilanngan waktu yang tersisa. Sebelumnya, yang perlu kita ketahui adalah firman Allah.

“Artinya : Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam” [Ali-Imran : 19]

Juga firmanNya.

“Artinya : Barangsiapa yang mencari selain Islam sebagai agama, maka tidak akan diterima” [Ali-Imran : 85]

Jadi, agama yang dibawa oleh para nabi dan menjadi sebab Allah mengutus para rasul adalah dienul Islam. Allah mengutus para rasul untuk mengajak agar orang kembali kepada Allah. Para rasul datang untuk memperkenalkan Allah. Barangsiapa mentaati mereka, maka para rasul akan memberikan kabar gembira kepadanya. Adapun orang yang menentangnya, maka para rasul akan menjadi peringatan baginya.

Para rasul diperintahkan untuk menegakkan agama di dunia ini. Allah berfirman.

“Artinya : Dia telah mensyariatkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa, yaitu “Tegakkan agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya”. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)Nya”. [Asy-Syura : 42]

Islam adalah agama yang dipilih Allah untuk makhlukNya. Agama yang dibawa Nabi merupakan agama yang paripurna. Allah tidak akan menerima agama selainnya. Jadi agama ini adalah agama penutup, yang dicintai dan diridhaiNya. Allah berfirman.

“Artinya : Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendakiNya dan memberi petunjuk kepada (agama)Nya orang yang kembali (kepada)Nya” [Asy-Syura : 42]

Sebagian ahli ilmu mengatakan : Sebelumya aku mengira bahwa orang yang bertaubat kepada Allah, maka Allah akan menerima taubatnya. Dan orang yang meridhai Allah, niscaya Allah akan meridhainya. Dan barangsiapa yang mencintai Allah, niscaya Allah akan mencintainya. Setelah aku membaca Kitabullah, aku baru mengetahui bahwa kecintaan Allah mendahului kecintaan hamba padaNya dengan dasar ayat.

“Artinya : Dia mencintai mereka dan mereka mencitaiNya” [Al-Ma’idah : 54]

Ridha Allah kepada hambaNya mendahului ridha hamba kepadaNya dengan dasar ayat.

“Artinya : Allah meridhai mereka dan mereka meridhainya” [At-Taubah : 100]

Dan aku mengetahui bahwa penerimaan taubat dari Allah, mendahului taubat seorang hamba kepadaNya dengan dasar ayat.

“Artinya : Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya” [At-Taubah : 118]

Demikianlah, bila Allah mencitai seorang manusia, maka Dia akan melapangkan dadanya untuk Islam. Dalam shahihain, dari Abu Hurairah, ia berkata : Rasulullah bersabda.

“Artinya : Demi Dzat yang jiwaku berada di tanganNya. Tidak ada seorang Yahudi dan Nashrani yang mendengarku dan tidak beriman kepadaku, kecuali syurga akan haram buat dirinya” [Hadits Riwayat Muslim]

Karena itu, agama yang diterima Allah adalah Islam. Umat Islam harus menjadikannya sebagai kendaraan. Persatuan harus bertumpu pada tauhid dan syahadataian.

Islam agama Allah. Kekuatannya terletak pada Islam itu sendiri. Allah menjamin penjagaan terhadapnya. Allah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur’an dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya” [Al-Hijr : 9]

Sedangkan agama selainnya, jaminan ada di tangan tokoh-tokoh agamanya. Allah berfirman.

“Artinya : Disebabkan mereka diperintahkan memelihara kitab-kitab” [Al-Ma’idah : 44]

Kalau mereka tidak menjaganya, maka akan berubah. Ia bagaikan sesuatu yang mati. Harus digotong. Tidak dapat menyebar, kecuali dengan dorongan sekian banyak materi. Sedangkan Islam pasti tetap akan terjaga. Karena itu, masa depan ada di tangan Islam. Islam pasti menyebar ke seantero dunia. Allah telah menjelaskannya dalam Al-Qur’an, demikian juga Nabi dalam Sunnahnya.

Kesempatan kali ini cukup sempit, tidak memungkinkan untuk menyebutkan seluruh dalil. Tapi saya ingin mengutip sebuah ayat.

“Artinya : Barangsiapa yang menyangka bahwa Allah sekali-kali tidak menolongnya (Muhammad) di dunia dan akhirat, maka hendaklah ia merentangkan tali ke langit, kemudian hendaklah ia melaluinya kemudian hendaklah ia pikirkan apakah tipu dayanya itu dapat melenyapkan apa yang menyakitkan hatinya” [Al-Hajj : 15]

Dalam Musnad Imam Ahmad dari sahabat Abdullah bin Amr, kami bertanya kepada Nabi : “Kota manakah yang akan pertama kali ditaklukkan ? Konstantinopel (di Turki) atau Rumiyyah (Roma) ?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Konstantinopel-lah yang akan ditaklukkan pertama kali, kemudian disusul Rumiyyah”, yaitu Roma yang tertelak di Italia. Islam pasti akan meluas di seluruh penjuru dunia. Pasalnya, Islam bagaikan pohon besar yang hidup lagi kuat, akarnya menyebar sepanjang sejarah semenjak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Islam adalah agama (yang sesuai dengan) fitrah. Kalau anda ditanya, bagaimana engkau mengetahui Rabb-mu. Jangan engkau jawab “Dengan akalku”, tapi jawablah dengan fitrahku”. Oleh karena itu, ketika ada seorang atheis yang mendatangi Abu Hanifah dan meminta dalil bahwa Allah adalah Haq (benar), maka beliau menjawab dengan dalil fitrah.

“Apakah engkau pernah naik kapal dan ombak mempermainkan kapalmu?”
Ia menjawab : “Pernah”.
(Abu Hanifah bertanya lagi) : “Apakah engkau merasa akan tenggelam ?”
Jawabnya : “Ya”.
“Apakah engkau meyakini ada kekuatan yang akan menyelamatkanmu?”
“Ya”, jawabnya.
“Itulah fitrah yang telah diciptakan dalam dirimu. Kekuatan ada dalam dirimu itulah kekuatan fitrah Allah. Manusia mengenal Allah dengan fitrahnya. Fitrah ini terkandung dalam dada setiap insan. Dasarnya hadits Muttafaq ‘Alaih. Nabi bersabda. “Artinya : Setiap bayi dilahirkan dalam keadaan fitrah. Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nashrani atau Majusi”.

Akal itu sendiri bisa mengetahui bahwa Allah adalah Al-Haq. Namun ia secara mandiri tidak akan mampu mengetahui apa yang dicintai dan diridhai Allah. Apakah mungkin akal semata saja dapat mengetahui bahwa Allah mencintai shalat lima waktu, haji, puasa di bulan tertentu ? Karena itu, fitrah itu perlu dipupuk dengan gizi yang berasal dari wahyu yang diwahyukan kepada para NabiNya.

Sekali lagi, nikmat dan anugrah paling besar yang diterima seorang hamba dari Allah ialah bahwa Allah-lah yang memberikan jaminan untuk menetapkan syari’atNya. Dialah yang menjelaskan apa yang dicintai dan diridhaiNya. Inilah nikmat terbesar dari Allah kepada hambaNya. Bila ada orang yang beranggapan ada kebaikan dengan keluar dari garis ini dan mengikuti hawa nafsunya, maka ia telah keliru. Sebab kebaikan yang hakiki dalam kehidupan ini maupun kehidupan nanti hanyalah dengan mentaati seluruh yang datang dari Kitab Allah dan Sunnah RasulNya.

Syari’at Islam datang untuk menjaga lima perkara. Allah telah mensyariatkan banyak hal untuk menegaskan penjagaan ini. Islam datang untuk menjaga agama. Karena itu, Allah mengharamkan syirik, baik yang berupa thawaf di kuburan, istighatsah kepada orang yang dikubur serta segala hal yang bisa menjerumuskan ke dalam syirik, dan mengharamkan untuk mengarahkan ibadah, apapun bentuknya, (baik) secara dhahir maupun batin kepada selain Allah. Oleh sebab itu, kita harus memahami makna ringkas syahadatain yang kita ucapkan.

Syahadat “Laa Ilaaha Illa Allah”, maknanya, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, ibadah hanya milik Allah. Ini bagian dari pesona agama kita. Allah mengharamkan akal, hati dan fitrah untuk melakukan peribadatan dan istijabah (ketaatan mutlak) kepada selainNya. Sedangkan makna syahadat “ Wa asyhadu anna Muhammadar Rasulullah”, (yakni) tidak ada orang yang berhak diikuti kecuali Muhammad Rasulullah. Kita tidak boleh mengikuti rasio, tradisi atau kelompok jika menyalahi Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah. Maka seorang muslim, disamping tidak beribadah kecuali kepada Allah, juga tidak mengikuti ajaran kecuali ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Ia tidak mengikuti ra’yu keluarga, ra’yu kelompok, ra’yu jama’ah, ra’yu tradisi dan lain-lain jika menyalahi Al-Qur’an dan Sunnah.

Dakwah Salafiyah yang kita dakwahkan ini adalah dinullah yang suci dan murni, yang diturunkan oleh Allah pada kalbu Nabi. Jadi dalam berdakwah, kita tidak mengajak orang untuk mengikuti kelompk ataupun individu. Tetapi mengajak untuk kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah.

Namun, memang telah timbul dakhon (kekerruhan) dan tumbuh bid’ah. Sehingga kita harus menguasai ilmu syar’i. Kita beramal (dengan) meneladani ungkapan Imam Malik, dan ini, juga perkataan Imam Syafi’i : “Setiap orang bisa diambil perkataanya atau ditolak, kecuali pemilik kubur ini, yaitu Rasulullah”.

Telah saya singgung di atas, agama datang untuk menjaga lima perkara. Penjagaan agama dengan mengharamkan syirik dan segala sesuatu yang menimbulkan akses ke sana. Kemudian pejagaan terhadap badan dengan mengharamkan pembunuhan dan gangguan kepada orang lain. Juga datang untuk memelihara akal dengan mengharamkan khamr, minuman keras, candu dan rokok. Datang untuk menjaga kehormatan dengan mengharamkan zina, percampuran nasab dan ikhtilath (pergaulan bebas). Juga menjaga harta dengan mengharamkan perbuatan tabdzir (pemborosan) dan gaya hidup hedonisme. Penjagaan terhadap kelima perkara ini termasuk bagian dari indahnya agama kita. Syari’at telah datang untuk memerintahkan penjagaan terhadap semua ini. Dan masih banyak perkara yang digarsikan Islam, namun tidak mungkin kita paparkan sekarang.

Syari’at telah merangkum seluruh amal shahih mulai dari syahadat hingga menyingkirkan gangguan dari jalan.

Karena itu tolonglah jawab, kalau menyingkirkan gangguan dari jalan termasuk bagian dari keimanan, bagaimana mungkin agama memerintahkan untuk mengganggu orang lain, melakukan pembunuhan dan peledakan ? Jadi, ini sebenarnya sebuah intervensi pemikiran asing atas agama kita. Semoga Allah memberkahi waktu kita, dan mengkaruniakan kepada kita pemahaman terhadap Kitabullah dan Sunnah Nabi dengan lurus. Dan semoga Allah memberi tambahan karuniaNya kepada kita. Akhirnya, kami ucapkan Alhamdulillah Rabbil ‘Alamin.

[Disalin dari Majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun VIII/1425H/2005M Rubrik Liputan Khusus yang diangkat dari ceramah Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman Tanggal 5 Desember 2004 di Masjid Istiqlal Jakarta]

February 28, 2009

Pemanfaatan Aluminium dan Polietilen dari sampah Tetrapack dengan Metoda Hot Pressing

Posted in Riset at 5:20 pm by nazrulmunir

Tetrapack

Tahun 1951, sebuah perusahaan multinasional dari Swedia yang bergerak di bidang pengepakan makanan berhasil memproduksi kemasan makanan yang dapat membuat produk makanan dalam kemasan tersebut lebih tahan lama (Wikipedia). Kemasan itu sekarang dikenal dengan sebutan tetrapack. Sedangkan perusahaan tersebut dikenal dengan nama Tetra Pak. Sistem pelapisan kertas karton dengan komponen plastik dan alumunium pada tetrapack bertujuan untuk menyempurnakan tingkat kekedapan udara dalam kemasan tersebut. Aluminium dipilih karena harganya lebih murah dibandingkan logam atau bahan kedap udara lainnya, selain karena aluminium ini ringan dan tidak mudah untuk terkorosi. Kemasan ini berbentuk balok dan biasa digunakan sebagai pengemas minuman susu, teh, sari buah, dan lainnya.

Dampak Penggunaan Tetrapack dalam Jumlah Besar

Di Indonesia, saat ini kemasan tetrapack sudah banyak digunakan oleh industri-industri makanan ternama. Di sisi lain penggunaan dalam skala besar menimbulkan permasalahan di bidang lingkungan karena kemasan tetrapack sendiri tidak ikut terkonsumsi atau dengan kata lain menjadi sampah. Di Bandung, contohnya, Berdasarkan hasil survei di beberapa franchise −Indomaret, Yomart, Alfamart, Circle K− di kota Bandung, jumlah tetrapack yang dikonsumsi per hari mencapai angka sekitar 30.000 kemasan. Dapat dibayangkan jumlah tetrapack yang dikonsumsi dalam kurun waktu 1 tahun akan menimbulkan suatu permasalahan sampah yang serius.

Sampai saat ini penanganan sampah tetrapack masih dilakukan dengan metode yang kurang tepat, setidaknya dalam skala rumah tangga. Biasanya sampah tetrapack dibakar bersama dengan sampah organik lainnya. Ketika dibakar, kertas karton dan polietilen akan habis terbakar, namun logam Al tidak ikut terbakar dan dikubur dalam tanah. Logam aluminium dalam tanah dapat mengakibatkan pencemaran tanah. Lalu hasil dari pembakaran kertas karton dan polietilen pun akan berdampak pada pencemaran udara karena pembakaran tersebut menghasilkan senyawa polutan yang dapat membahayakan lingkungan. Kemungkinan lainnya adalah adanya pelarut yang dapat melarutkan logam aluminium sisa pembakaran tadi dan membawa sisa logam tersebut ke perairan dan menyebabkan pencemaran air. Jikalau pun dibakar di kolom insinerasi dengan suhu yang tinggi, aluminiumnya hanya akan meleleh untuk sementara waktu. Lelehan aluminium ini akan kembali menjadi padatan dan membentuk kerak pada insinerator saat terjadi penurunan suhu.

Selain dibakar, penanganan sampah tetrapack yang dianggap kurang tepat adalah dengan cara dikubur di dalam tanah. Penanganan ini akan berakibat buruk pada kondisi tanah karena hanya lapisan karton yang dapat terdegradasi di dalam tanah. Penguraian karton pun hanya dapat terjadi jika kemasan tetrapack telah rusak secara fisik dan kehilangan lapisan pelindung polietilennya. Di lain pihak, lapisan polietilen tidak dapat diuraikan dan akan mengganggu keadaan fisik tanah. Sedangkan lapisan aluminium akan membentuk oksidanya dan mengganggu keseimbangan unsur-unsur dalam tanah.

Sampah Tetrapack dan Pengolahan yang tepat

Sampah tetrapack memiliki 3 lapisan, yaitu kertas karton 75%, plastik (polietilen) 20%, dan aluminium 5%. Pemanfaatan karton telah dan sedang dilakukan oleh Balai Besar Pulp dan Kertas (BBPK) yang berlokasi di Dayeuh Kolot, Bandung. Pemanfaatan karton dari sampah tetrapack ini dianggap telah berhasil menjadi salah satu solusi penghematan penggunaan kayu sebagai bahan pembuat kertas yang berdampak pada berkurangnya penebangan pohon di Indonesia.

Ada 3 alternatif dalam proses pengolahan sampah tetrapack ini, yaitu pengolahan dengan Hot Pressing, Ekstrusi Aluminium-Polietilen, dan Teknologi Plasma. Metoda Hot Pressing merupakan metode yang dinilai paling sederhana dan sesuai bila ingin diterapkan di Indonesia dibandingkan dengan 2 metode lainnya.

Metode Hot Pressing

Sesuai dengan namanya metode ini memiliki 2 kata kunci, yakni: pemanasan dan penekanan. Setelah karton pada kemasan tetrapack terpisah secara sempurna, campuran plastik dan alumunium yang tersisa kemudian dipanaskan pada suhu optimum dimana plastik mencair sedangkan alumunium tidak mencair. Kemudian campuran yang telah dipanaskan tersebut diberi tekanan optimum sampai terbentuk komposit yang memiliki daya tahan terhadap berat yang cukup tinggi sebagai material perkakas seperti meja, kursi, atap rumah (genteng).

Percobaan Skala Laboratorium (metode Hot Pressing)

Percobaan Skala Laboratorium saat ini telah dilakukan oleh 5 orang mahasiswa TK 2006, yakni Fernando, Ijal, Epul, Hamzah, dan Nazrul. Percobaan yang dilakukan adalah:

1. Pemisahan

Pemisahan bertujuan untuk mengambil kandungan aluminium-polietilen dari sampah tetrapack dan mengeluarkan kandungan kertasnya. Pemisahan aluminium-polietielen dari kertas dilakukan dengan cara mekanik.

2. Pengeringan

Aluminium-polietilen hasil dari pemisahan bahan baku dikeringkan langsung dibawah sinar matahari. Pengeringan dianggap selesai ketika seluruh permukaan aluminium-polietilen tersebut telah mengering.

3. Analisis Pendahuluan

Analisis ini dilakukan di beberapa labotarorium di ITB, antara lain lab Instruksional Teknik Kimia, lab Keselamatan Proses dan Pengendalian Korosi, lab kimia dasar, lab Teknik Sipil, lab Teknik Material, dll. Analisis ini dilakukan untuk mendapatkan data kondisi awal bahan sebagai pembanding dengan produk akhir. Misalnya persen berat (% w/w) dari aluminium dan polietilen.

4. Pencacahan

Alumunium-polietilen kemudian dicacah hingga ukuran yang cukup kecil untuk mempermudah proses pelelehan.

5. Pemanasan

Pemanasan aluminium-polietilen akan mempermudah dalam proses selanjutnya yaitu pencetakan produk. Aluminium-Polietilen dipanaskan dalam reaktor pemanas dengan suhu yang divariasikan. Variasi suhu diperuntukkan agar mendapatkan suhu yang optimum dalam pemrosesan sehingga dihasilkan produk yang mempunyai karakteristik terbaik.

6. Pencetakan

Setelah pemanasan, aluminium-polietilen panas dimasukkan ke dalam cetakan sambil diberi tekanan. Besar tekanan harus semaksimal mungkin agar menghasilkan produk—berbentuk koin dengan tebal 1,5 cm dan diameter 6 cm—dengan karakteristik yang terbaik.

7. Pendinginan

Untuk mendapatkan produk akhir, setelah pencetakan, suhunya didinginkan. Lama pendinginan bergantung dari ketebalan produk yang berada dalam cetakan.

8. Penyelesaian

Penyelesaian yang dimaksud adalah pengeluaran produk dari cetakan. Agar produk akhir tidak melengket pada cetakan, permukaan sentuh cetakan dengan produk diberi lapisan aluminium foil.

9. Analisis Produk Akhir

Layaknya analisis pendahuluan, untuk mendapatkan data kondisi produk akhir sebagai pembanding dengan kondisi awal.

gambar produk:

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.